Skrinning Fitokimia Kandungan Kimia Ekstrak Kulit Buah Manggis

Hasil gambar untuk ekstrak kulit manggis

Manggis (Garcinia mangostana L.) mempunyai keistimewaan dan berbagai khasiat sehingga dikenal sebagai  “The Queen of Tropical Fruit”. Kulit buah manggis juga telah banyak digunakan dalam pengobatan diare, disentri, serta kronik ulcer.

 

Ekstrak kulit buah manggis juga diketahui memiliki berbagai aktivitas seperti antioksidan, antitumor, antialergi, antiinflamasi, antibakteri, serta antivirus. Berbagai aktivitas yang dimiliki oleh kulit buah manggis tersebut, tidak terlepas dari kandungan senyawa yang dimilikinya.Kandungan kimia yang terkandung dalam kulit buah manggis dapat memberikan aktivitas farmakologi. Skrining fitokimia  bertujuan  memberikan gambaran mengenai golongan senyawa yang terkandung dalam tanaman yang sedang diteliti. Skrining fitokimia merupakan metode yang sederhana, cepat, serta sangat selektif, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi golongan senyawa serta mengetahui keberadaan senyawa-senyawa aktif biologis yang terdistribusi dalam jaringan tanaman. Metode skrining fitokimia dilakukan dengan cara melihat reaksi pengujian warna dengan menggunakan suatu pereaksi warna. Hal penting yang berperan dalam skrining fitokimia adalah pemilihan pelarut dan metode ekstraksi  yang mempengaruhi hasil kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat terekstraksi.

Skrining fitokimia yang dilakukan terhadap ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) meliputi pemeriksaan :

  1. Alkaloid

Apabila terjadi endapan jingga pada tabung kedua dan endapan putih hingga kekuningan pada tabung ketiga menunjukkan adanya alkaloid.

  1. Glikosida

Apabila terbentuk warna biru atau hijau menunjukkan adanya glikosida (reaksi Liebermann-Burchard).

  1. Steroid/triterpenoid

Apabila terbentuk warna hijau kebiruan menunjukkan adanya sterol. Jika hasil yang diperoleh berupa cincin kecokelatan atau violet pada perbatasan dua pelarut, menunjukkan adanya triterpenoid.

  1. Saponin

Apabila terbentuk buih yang mantap selama tidak kurang dari 10 menit setinggi 1-10 cm maka menunjukkan adanya kandungan saponin.

  1. Flavonoid

Pengamatan larutan dengan sinar UV 366 nm dan berfluorosensi kuning intensif, menunjukkan adanya flavonoid.

  1. Polifenol dan tanin

Apabila terjadi warna biru tua, biru kehitaman atau hitam kehijauan menunjukkan adanya senyawapolifenol dan tanin.

Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis (Garciniamangostana L.) positif mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, alkaloid, triterpenoid, tanin, dan polifenol.

 Hasil gambar untuk senyawa flavonoid
Hasil gambar untuk gambar struktur senyawa saponin     Hasil gambar untuk gambar struktur senyawa alkaloid
 Flavonoid                                    Saponin                                Alkaloid

1.  Puspitasari, L., Swastini, D. A., & Arisanti, C. I. S. (2013). Skrining fitokimia ekstrak etanol 95% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Jurnal Farmasi Udayana.
2.  Dewi, I. D. A. D. Y., Astuti, K. W., & Warditiani, N. K. (2013). Identifikasi kandungan kimia ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Jurnal Farmasi Udayana.