AKAR PASAK BUMI sebagai ANTIKANKER

Akar Pasak Bumi Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu tumbuhan obat asal hutan yang memiliki banyak khasiat. Berdasarkan kajian farmakologis, Pasak Bumi mengandung empat senyawa penting yaitu senyawa canthin, senyawa turunan eurycomanone, senyawa quassinoid, dan senyawa etanol. Senyawa canthin pada tumbuhan pasak bumi mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, senyawa turunan eurycomanone sebagai anti malaria, senyawa quassinoid berfungsi sebagai anti leukimia, dan prospektif untuk anti HIV, senyawa etanol berfungsi sebagai afrodisiak. Manfaat yang beragam tersebut menyebabkan pasak bumi banyak diekspor ke luar negeri untuk keperluan pembuatan obat herbal. Produk pasak bumi kering memiliki harga cukup mahal, produk berupa cacahan akar (chipped root) harganya 60 USD/kg sedangkan produk berupa ekstrak harganya 80 USD/kg.

 

Pasak bumi memiliki daerah penyebaran di Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Kalimantan. Di Pulau Sumatera hanya beberapa daerah yang diduga masih ditemui tumbuhan pasak bumi yaitu kawasan Leuser, sebagian Provinsi Riau dan kawasan Kerinci Seblat. Hampir seluruh bagian tumbuhan ini mengandung substansi pahit yang dapat digunakan untuk obat. Akar tumbuhan ini dicampur dengan tumbuhan obat lain seperti kayu manis dan digunakan untuk tonik penyehat di Sabah. Selain itu di Malaysia kulit akarnya digunakan juga sebagai penawar demam, penyembuh luka-luka di gusi atau gangguan cacing serta tonikum setelah melahirkan. Kulit batang digunakan untuk koagulan darah setelah melahirkan, sedangkan di Kalimantan dan Sabah kulit batang digunakan untuk mengobati nyeri pada tulang. Daun pasak bumi yang muda dapat dimakan untuk pengobatan sakit perut. Di Vietnam bunga dan buah pasak bumi digunakan untuk obat disentri. Menurut sifat fisis, mekanis dan keawetan, kayu pasak bumi memiliki berat jenis 0,65, kelas awet 4-5, dan kelas kuat II. Kayu golongan ini dapat digunakan untuk keperluan konstruksi dan mebel.

Menurut WHO, 80% lebih penduduk dunia masih menggantungkan diri terhadap pengobatan tradisional termasuk penggunaan obat yang berasal dari tumbuhan. Indonesia adalah negara megabiodiversity yang kaya akan tanaman obat, dan sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum dikelola secara maksimal. Kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, 940 jenis diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat (jumlah ini merupakan 90% dari jumlah tumbuhan obat di Asia). Berdasarkan hasil penelitian, dari sekian banyak jenis tanaman obat, baru 20-22% yang dibudidayakan. Sedangkan sekitar 78% diperoleh melalui pengambilan langsung (eksplorasi) dari hutan. Potensi tanaman obat di Indonesia, termasuk tanaman obat kehutanan antara lain Pasak Bumi, apabila dikelola dengan baik akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi, sosial budaya maupun lingkungan.

(Sumber : www.dephut.co.id)

Join the Forum discussion on this post

Bunuh Kolesterol dengan Seledri

Salah satu penyakit paling populer di zaman ini adalah kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia yang juga bisa mengganggu kesehatan jantung. Dengan berpantang makanan sumber kolesterol, kadar kolesterol darah bisa dikurangi. Apabila sudah terlanjur tinggi, bisa juga diturunkan dengan mengkonsumsi bahan alami seperti seledri, bawang putih, bawang prei, atau temulawak. Selain itu kita juga harus giat berolahraga dan diet secara teratur.

Continue reading

ALOE VERA

There is a voluminous amount of anecdotal evidence showing that authentic, properly prepared Aloe
vera has powerful healing properties in humans and animals. The virtues of Aloe vera have been
recorded for thousands of years by many ancient civilizations, including Egypt, Persia, Greece, India and
Africa. Although today it is found throughout the world as a common household plant, Aloe is, without
doubt, one of the most accepted, yet misunderstood medicinal plants in history. It is not just “good for
burns.”

Continue reading

ISMAFARSI UAD

buat  Temen temen ayo ikutan OPEN HOUSE dan LKMMF 1 seru Loh!!

sebelum nya saya akan jelasin mengenai OPen HOUse ISMAfarsi,,,OH ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa mengenai apa itu iSMAfarsi khususnya ismafarsi komisariat Universitas ahmad dahlan?, siapakah yang memangku secara struktural ismafarsi itu? dan program apa aja yang sedang berjalan atau yang sudah terealisasi?… pokoknya seperti itu gambaran umum dari open house ,,, ya!! intinya kita tuh taaruf dulu sma ISmafarsi,,,gitu,,,,

desktifsi ISmafarsi :
… ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) adalah suatu organisasi mahasiswa yang terdiri dari lembaga-lembaga kemahasiswaan dari institusi farmasi di Indonesia. ISMAFARSI pertama kali terbentuk pada 22 Desember 1955 di Kaliurang dan dibentuk dengan tujuan untuk menyatukan opini dan ajang silaturahmi dari berbagai mahasiswa farmasi.

kemudian untuk LKMMF 1

LKMMF 1(latihan kepemimpinan managerial mahasiswa Farmasi ) 1 yaitu kegiatan yang tujuan nya untuk memberikan besic kepada mahasiswa baik besic kepemimpinan  maupun managerial nya.. sehingga dapat di ciptakan mahasiswa yang mempunyai jiwa kepemimpinanan yang baik khususnya di bidang farmasi.

buat yang mau ikutan

1. open house

– pada hari sabtu, 17 Desember 2011

-di ruang 204

– jam 16.00 WIB

Nb; 10 datang pertama dapat PIN fun loh,,hehe

2. LKMMF 1(latihan kememimpinan Manegerial mahasiswa Farmasi ) part one

– pada hari ,sabtu minggu, 24-25 des 2011

– tempat kaliurang

– berangkat dari jogja sore.(konfirmasi lagi)

– pendaftaran sampai tanggal 22 desember 2011

– kontrbusi : Rp. 50ribu

– khusus untuk semester 1 3 aja loh,,.hehe,,

buruan daftar dan ikuti ya!!!!!

pokoknya seru deh acaranya,, banyak banget pengalaman dan ilmu yang bisa kita dapatkan.ada sertifikatnya juga loh,…

dan 1 lagi yang ga kalah penting nya yaitu: LKMMF 1 ini tuh syarat untuk ikutan LKMMF 2 dan LKMMF 3 (nasional)..

informasi lebih lanjut bisa kasih komentar di bawah ini,,

semoga informasinya bermanfaat ..

makasih

15 Makanan yang Menurunkan Kadar Kolesterol

Kolesterol adalah salah satu lemak tubuh (lipid) yang sangat penting untuk aktivitas membran sel, membuat hormon, vitamin dan asam empedu. Kolesterol juga membantu dalam transmisi impuls saraf.

Tingkat kolesterol dalam darah tergantung pada apa yang Anda makan dan bagaimana tubuh membuat kolesterol di dalam hati. Memiliki terlalu banyak kolesterol dalam darah bukanlah penyakit, tetapi dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dalam sistem kardiovaskuler. Continue reading

Tips Aman Mengkonsumsi Obat Saat Hamil

Sahabat, penggunaan obat selama kehamilan sering menjadi dilema. Di satu sisi ibu hamil membutuhkan obat untuk terapi dari penyakit yang diderita selama kehamilan. Tetapi di sisi lain muncul kekuatiran tentang efek samping obat yang dapat membahayakan janin dalam kandungannya.

daftar obat

Lantas apa yang harus dilakukan? Semoga TIPS aman mengkonsumsi obat berikut ini dapat membantu mengurangi kecemasan para ibu hamil.

Apakah ibu hamil boleh mengggunakan obat – obatan selama sakit ?

Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan obat tanpa resep atau tanpa anjuran dokter yang merawat.Karena kandungan zat kimia dalam obat dapat berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan janin.Terutama pada masa kehamilan tiga bulan pertama. Pada trimester pertama kehamilan, adalah masa yang sangat rawan, karena sedang berlangsung proses pertumbuhan dan perkembangan organ – organ tubuh janin.

Namun demikian dalam keadaan terpaksa dimana seorang ibu hamil dalam kondisi sakit sangat membutuhkan terapi, maka dokter akan berusaha memberikan obat yang paling aman dalam dosis yang direkomendasikan untuk di konsumsi dengan resiko seminimal mungkin.

Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sehubungan dengan penggunaan obat – obatan ?

1.Ibu hamil disarankan tidak minum obat atau suplemen vitamin yang dijual bebas tanpa seijin dokter atau bidan yang merawat kehamilan.

2.Hindari minum jamu kemasan kering ataupun obat tradisional yang tidak memiliki ijin dari BPOM. Sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi obat resep dokter dan obat tradisional ( obat alternatif ) dalam waktu bersamaan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter yang merawat anda.

3.Jangan lupa bila ibu sakit dan berobat ke rumah sakit atau Puskesmas selalu menginformasikan pada dokter atau bidan yang merawat,bahwa ibu dalam kondisi hamil. Hal ini penting agar dokter atau bidan akan meresepkan obat yang aman

4.Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa, bentuk kemasan, tampilan dari obat yang ibu hamil terima dari apotik atau toko obat .

5.Pastikan ibu hamil mengunjungi apotik yang sudah terpercaya untuk mendapatkan obat yang bermutu. Hal ini untuk menghindari resiko kemungkinan ada obat yang dipalsukan.Cek ulang kembali pada saat ibu menerima obat dari apotik apakah nama ibu dan jenis obat sesuai dengan yang diresepkan dokter.

6.Menginformasikan kepada dokter atau bidan tentang riwayat alergi obat tertentu jika pernah mengalami, agar tidak terulang pemberian obat yang sejenis.

7.Mengimbangi dengan minum air putih yang cukup untuk mengurangi reaksi obat terhadap fungsi hati dan ginjal .

8.Jangan lupa untuk mencatat reaksi alergi dari obat dan jenis obat baru yang diresepkan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Segera ke dokter atau bidan bila setelah minum obat lalu ibu hamil mengalami keluhan mual muntah, nyeri kepala hebat, jantung berdebar – debar dan keringat dingin, gatal – gatal seluruh tubuh, mata bengkak dan sebagainya.

9. Perhatikan cara penyimpanan obat misalnya pada suhu tertentu harus disesuaikan agar tidak mengurangi khasiat obat, jangka waktu pemberian obat harus tepat jangan terlalu dekat juga jangan terlambat.

10.Khusus untuk obat antibiotik yang sudah diresepkan dalam dosis yang aman bagi ibu hamil, obat harus di minum sampai habis sesuai jadwal dari dokter.

Catatan :

Jenis obat yang termasuk berbahaya untuk ibu hamil dan dapat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang janin antara lain sebagai berikut :

Ibuprofen ( penghilang nyeri ), Lithium ( obat untuk gangguan jiwa ), Carbimazole ( obat untuk gangguan kelenjar tiroid, Warfarin dan jenis obat pembeku darah lainnya, Vaksin untuk cacar, campak jerman ( rubela ), Tetrasikline ( antibiotik ), Phenytoin ( obat epilepsi ), Choloroquin ( obat anti malaria ), obat anti kanker, Radiasi sinar X, obat kulit yang mengandung vitamin A. ( Sumber Materi Kelas Ibu 1 DEPKES )

 

DAFTAR OBAT AMAN DAN BERBAHAYA UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI

Kelompok Analgetik, NSAIDS, Obat Batuk dan Pilek,

Anti Alergi dan Asma, Anestesi

Obat untuk Penghilang Rasa Sakit (Pain Killer)
Nama Obat

AAP approved?*

Kategori Risiko Kehamilan**

Risiko Menyusui**

Notes

Acetaminophen (Tylenol)

Approved

B

L1

Aspirin

Caution

C (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

1

Azapropazone (Rheumox)

Approved

L2

Butalbital (Fioricet, Fiorinal, Bancap, Two-dyne)

NR

D

L3

2

Butorphanol (Stadol)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

Celecoxib (Celebrex))

NR

C

L2

Codeine (in Tylenol #3, #4)

Approved

C

L3

3

Colchicine

Approved

D

L4

Diclofenac (Cataflam, Voltaren)

NR

B

L2

Fentanyl (Sublimaze)

Approved

B

L2

Flurbiprofen (Ansaid, Froben, Ocufen)

NR

B (1st, 2nd trim.)
C (3rd trim.)

L2

Hydrocodone (Lortab, Vicodin)

NR

B

L3

4

Hydromorphone (Dilaudid)

NR

C

L3

5

Ibuprofen (Advil, Nuprin, Motrin, Pediaprofen)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L1

Indomethacin (Indocin)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

Ketorolac (Toradol, Acular)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L2

Meperidine (Demerol)

Approved

B

L2;
L3 early postpartum

6

Methadone (Dolophine)

Approved

B

L3

7

Morphine (Duramorph, Infumorph, Epimorph, MS Contin)

Approved

B

L3

8

Nalbuphine (Nubain)

NR

B

L2

Naproxen (Anaprox, Naprosyn, Naproxen, Aleve)

Approved

B

L3;
L4 for chronic use

9

Nefopam (Acupan)

Approved

NR

Oxycodone (Tylox, Percodan,Oxycontin, Roxicet, Endocet, Roxiprin, Percocet)

NR

B

L3

10

Pentosan polysulfate (Elmiron)

NR

B

L2

Piroxicam (Feldene)

Approved

B

L2

Propoxyphene (Darvocet N, Propacet, Darvon)

Approved

C

L2

11

Rofecoxib (Vioxx)

Withdrawn from the market

12

Secobarbital (Seconal)

Approved

D

L3

13

Tolmetin (Tolectin)

Approved

C

L3

Tramadol HCL (Ultram, Ultracet)

NR

C

L3

14

Valdecoxib (Bextra)

Withdrawn from the market

more

Continue reading

Asam retinoat dalam kosmetika: apa bahayanya?

Asam retinoat dalam kosmetika: apa bahayanya?


Dear kawan,

kosmetikBelum lama ini terdengar berita lumayan mengejutkan bahwa beberapa produk kosmetika, beberapa diantaranya cukup terkenal, ditarik dari peredaran oleh Badan POM. Sebuah tindakan yang penuh kehati-hatian terhadap adanya senyawa-senyawa pada kosmetika tersebut yang dikuatirkan dapat menyebabkan risiko kesehatan pada konsumen. Berdasarkan PUBLIC WARNING / PERINGATAN dari Badan POM Nomor : KH.00.01.43.2503 tanggal : 11 JUNI 2009, beberapa senyawa berbahaya yang dijumpai dalam kosmetika antara lain adalah :

Merkuri (Hg) / Air Raksa termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecilpun dapat bersifat racun. Pemakaian Merkuri (Hg) dapat menimbulkan berbagai hal, mulai dari perubahan warna kulit, yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare dan kerusakan ginjal serta merupakan zat karsinogenik (menyebabkan kanker) pada manusia.

• Hidrokinon termasuk golongan obat keras yang hanya dapat digunakan berdasarkan resep dokter. Bahaya pemakaian obat keras ini tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, bercak-bercak hitam.

Asam Retinoat / Tretinoin / Retinoic Acid dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenik (cacat pada janin).

• Bahan pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Salah satu bahan berbahaya yang akan dikaji dalam posting ini adalah tentang asam retinoat. Menarik bahwa asam retinoat banyak dijumpai pada produk-produk pemutih kulit, salah satunya adalah produk yang cukup ngetop di Yogya, yaitu produk dari Natasha Medicated Skin Care Yogyakarta. Aduh, moga-moga aku nggak “di-Prita-kan” nih karena menyebut nama…. Karena aku kan hanya mengutip dari edaran Badan POM. Oya, merk terkenal OLAY dan PONDS juga ada yang ditarik karena mengandung merkuri. Yang ditarik adalah OLAY Total White produk Malaysia dan PONDS Age Miracle produk Thailand/Singapore.

Hm… kembali ke asam retinoat ya, ……

Apakah asam retinoat itu?

Asam retinoat adalah bentuk asam dan bentuk aktif dari vitamin A (retinol). Disebut juga tretinoin. Asam retinoat ini sering dipakai sebagai bentuk sediaan vitamin A topikal, yang dapat diperoleh secara bebas maupun dengan resep dokter. Bahan ini sering dipakai pada preparat untuk kulit terutama untuk pengobatan jerawat, dan sekarang banyak dipakai untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari (sundamage) dan untuk pemutih.

Continue reading

penyakit obesitas

Overweight dan Obesitas sebagai suatu resiko penyakit degeneratif PDF Cetak E-mail
Jumat, 15 April 2011 10:27

Overweight dan Obesitas adalah suatu kondisi kronik yang sangat erat hubungannya dengan peningkatan resiko sejumlah penyakit Degeneratif. Penyakit Degeneratif adalah suatu kondisi penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel-sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk dan berlangsung secara kronis. Penyakit yang termasuk dalam kelompok ini adalah Diabetes Melitus Type II, Stroke, Hipertensi, Penyakit Kardiovaskular, Dislipidemia, dsb. Penyakit Degeneratif yang paling sering menyertai Obesitas adalah Diabetes melitus Type II, Hipertensi dan Hiperkolesterolemia (Dislipidemia). Sebuah data dari NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey, US) tahun 1994 memperlihatkan bahwa dua per tiga pasien Overweight dan Obesitas dewasa mengidap paling sedikit satu dari penyakit kronis tersebut dan sebanyak 27 % dari mereka mengidap dua atau lebih penyakit.

 

 Overweight dan Obesitas saat ini sudah menjadi suatu masalah global yang serius. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi Overweight dan Obesitas pada 10 sampai 15 tahun terakhir dengan angka kejadian terbanyak di Amerika. Saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk di seluruh dunia menderita Obesitas, dan angka ini masih akan terus meningkat. Diperkirakan apabila keadaan ini terus berlanjut maka pada tahun 2230 sebanyak 100 % penduduk Amerika Serikat akan menjadi Obese. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia ? Menurut data yang diperoleh dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes tahun 1997, sebanyak 12,8 % pria dewasa mengalami Overweight dan sebanyak 2,5 % mengalami Obesitas. Sedangkan pada wanita angka ini menjadi lebih besar lagi yaitu 20 % dan 5,9 %. 

 

 Perkiraan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia (Dit BGM DepKes, 1997)

   Dari perkiraan 210 juta penduduk Indonesia thn 2000 jumlah penduduk yang overweight diperkirakan mencapai 76.7 juta (17.5%) dan pasien obesitas berjumlah lebih dari 9.8 juta (4.7%). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa Overweight dan Obesitas di Indonesia telah menjadi masalah besar yang memerlukan penanganan secara serius.

 Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebagai Alat Ukur Overweight & Obesitas

          Overweight dan Obesitas merupakan suatu akumulasi lemak berlebih di dalam tubuh yang dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan. Overweight dan Obesitas terjadi disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Metoda paling praktis dan sederhana dalam menentukan tingkat Overweight dan Obesitas pada seseorang adalah Indeks Massa Tubuh (IMT)/Body Mass Index. IMT diperoleh dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai IMT yang didapat tidak dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin.


Klasifikasi IMT menurut World Health Organization (WHO) tahun 1998 mendefinisikan Overweight apabila diperoleh IMT ≥ 25 dan Obesitas apabila IMT ≥ 30. IMT ini bermanfaat dalam menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena resiko penyakit-penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya.

Resiko Penyakit Degeneratif pada Overweight & Obesitas

          Meningkatnya angka Overweight dan Obesitas secara global di seluruh dunia saat ini dianggap sebagai akibat dari beberapa faktor, antara lain peningkatan dalam konsumsi makanan padat energi tinggi lemak dan gula namun rendah dalam kandungan vitamin, mineral dan mikronutrien lain. Selain itu juga diakibatkan adanya suatu trend penurunan aktivitas fisik yang disebabkan oleh gaya hidup (sedentary), pekerjaan, perubahan model transportasi dan peningkatan urbanisasi. Overweight dan Obesitas yang dibiarkan memiliki dampak kesehatan yang cukup serius. Resiko menderita penyakit degeneratif akan meningkat secara progresif seiring dengan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang meningkat merupakan faktor resiko utama penyakit-penyakit kronis seperti Kardiovaskular (penyakit Jantung dan Stroke), Diabetes (yang saat ini sudah menjadi epidemi global), gangguan otot dan tulang (paling sering adalah Osteoarthritis) dan beberapa penyakit keganasan. Pada anak, angka Obesitas juga semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang. Disamping itu Obesitas pada anak beresiko tinggi menjadi Obesitas pada usia dewasa dan berpotensi menimbulkan penyakit Degeneratif di kemudian hari.

           Beberapa studi epidemiologis yang telah dilakukan mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara angka kejadian mortalitas (kematian) dan Obesitas. Diketahui terdapat peningkatan angka kematian yang dimulai pada IMT diatas 25 dan semakin jelas pada individu dengan IMT diatas atau sama dengan 30. Angka mortalitas pada individu dengan IMT diatas 30 penyebabnya bervariasi namun yang terbanyak adalah angka mortalitas yang disebabkan oleh penyakit Kardiovaskular. Penelitian yang dilakukan oleh Framingham Heart Study di Amerika menemukan adanya korelasi antara tekanan darah dan obesitas. Disebutkan pada studi tersebut bahwa pada individu dewasa muda dengan obesitas akan mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 10 kali lebih besar daripada individu dengan berat badan normal. 

  Strategi Pencegahan Overweight dan Obesitas

          Overweight dan Obesitas merupakan suatu kondisi dengan penyebab multi faktor, oleh karena itu penanganan yang tepat hendaknya mempertimbangkan pendekatan secara multi disiplin. Pencegahan Overweight dan Obesitas terdiri dari tiga tahapan yaitu Pencegahan primer, sekunder dan tertier. Pencegahan Primer adalah dengan pendekatan komunitas untuk mempromosikan cara hidup sehat. Usaha pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja dan pusat kesehatan masyarakat. Pencegahan sekunder bertujuan untuk menurunkan prevalensi Obesitas sedangkan pencegahan tertier bertujuan untuk mengurangi Obesitas dan komplikasi penyakit yang ditimbulkannya.

           Pada dasarnya prinsip dari pencegahan dan penatalaksanaan Overweight dan Obesitas adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, modifikasi gaya hidup serta dukungan secara mental dan sosial.

 1. Pengaturan nutrisi dan pola makan

  Tujuan utama pengaturan nutrisi pada individu dengan overweight dan obesitas tidak hanya sekedar menurunkan berat badan, namun juga mempertahankan berat badan agar tetap stabil dan mencegah peningkatan kembali berat badan yang telah didapat. Konsumsilah sedikit lemak (30 % dari jumlah keseluruhan kalori yang dikonsumsi). Kurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan lemak, perbanyak konsumsi serat. Upayakan tetap memilih makanan dan minuman secara berhati-hati agar tetap dapat mengontrol kalori, lemak, gula dan garam yang dikonsumsi.Konsumsi makanan yang dilakukan harus tetap dapat memenuhi kecukupan gizi. Ini berarti vitamin dan mineral harus terdapat dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan.

 2. Perbanyak aktivitas fisik

  Olahraga dan aktivitas fisik memberi manfaat yang sangat besar dalam penatalaksanaan overweight dan obesitas. Olahraga akan memberikan serangkaian perubahan baik fisik maupun psikologis yang sangat bermanfaat dalam mengendalikan berat badan. Contoh yang paling jelas adalah sebagai berikut,  jika kita melakukan aktivitas lari selama 1 jam penuh kegiatan ini akan membakar 600 kalori setara dengan kalori yang dihasilkan jika kita mengkonsumsi satu buah hamburger fast food. Olahraga yang dilakukan secara konsisten dan teratur tidak hanya dapat membakar kalori, namun juga mengurangi lemak, meningkatkan massa otot tubuh, dan memberi manfaat yang cukup baik secara psikologis.

3.  Modifikasi pola hidup dan perilaku

  Perubahan pola hidup dan perilaku diperlukan untuk mengatur atau memodifikasi pola makan dan aktifitas fisik pada individu dengan overweight dan obese. Dengan demikian diharapkan upaya ini dapat mengatasi hambatan-hambatan terhadap kepatuhan individu pada pola makan sehat dan olahraga. Strategi yang dapat dilakukan adalah pengawasan sendiri terhadap berat badan, asupan makanan dan aktivitas fisik; mengontrol keinginan untuk makan (motivasi keluarga dan lingkungan seringkali diperlukan dalam hal ini); mengubah perilaku makan dengan mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi; dan dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan.