Category Archives: Umum

LKTI PIO UAD Se-JATENG 2012

LKTI (lomba karya tulis ilmiyah) ini di selenggaraka oleh PIO UAD. Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK/MA Se-jateng ini bertujuan untuk mengembangkan obat asli indonesia ( obat tradisional indonesia) sehingga kelak akan mempunyai daya saing dengan obat-obat sintetik serta mengasah kemampuan berpikir dan memberikan kesempatan kepada Generasi Muda untuk mengungkapkan ide maupun gagasan berbagai persoalan aktual dalam bentuk tulisan, yang dapat bermanfaat bagi perkembangan dunia pengobatan dan kesehatan nasional.

Walaupun Lomba ini diselenggarakan di wilayah jawa tengah.

Bagi peserta yang ingin mengirimkan file Karya Tulis Ilmiyah bisa dikirim lewat :
Email : pio_uad@yahoo.com
Pos     : ke sekretariat PIO di kampus 3 UAD
jl. prof. Dr soepomo, Janturan, Yogyakarta 55164
Lantai 2

Untuk pembayaran biaya pendaftaran bisa melalui

  • Diserahkan langsung ke sekretariat PIO UAD/ lewat wessel ke PIO UAD
  • Lewat Rek
    Bank BNI Syariah
    0173766942
    Atas nama : Zainab, M.Si., Apt
  • batas pengiriman naskah 8 september 2012
  • Lomba akan dilaksanakan pada 23 september 2012

Silahkan Untuk Pedoman penulisan dan ketentuan lain bisa di download DISINI

BAGAIMANA DM DI INDONESIA? APA YANG SUDAH KITA LAKUKAN? Suatu renungan memperingati hari DM

Penyakit gula darah (DM) telah menjadi wabah di hampir semua negara, tidak peduli, apakah negara maju, telah, sdang atau akan berkembang. Bertambahnya kejadian obesitas pada balita semakin meneguhkan akan semakin tingginya kejadian DM di dunia, termasuk di Indonesia.  Memang obesitas bukan merupakan satu-satunya sinyal awal kejadian DM, tetapi obesitas merupakan isyarat yang muadah untuk dibaca dan dimengerti hubungannya dengan kejadian DM. Dalam waktu tidak lama lagi Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar jumlah kejadian DM.

kardiovaskuler stroke gagal ginjal DM merupakan faktor risiko utama terhadap kejadian hipertensi, serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal ginjal dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Apabila kejadian baru DM di masyarakat tidak diantisipasi dan penderita DM tidak dikelola dengan benar maka berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berbahaya yang bahayanya level”1″ akan merebak di masyarakat. Maka oleh karenanya melakukan antisipasi untuk menghambat laju insidensi DM dengan berbagai upaya promotif dan edukatif serta upaya pengelolaan yang benar dan efektif pada penderita DM agar tidak muncul komplikasi adalah tuntutan yang seharusnya segera dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dan bangsa ini.

Persoalannya sekarang adalah “apakah yang sudah kita lakukan untuk menghambat laju kejadian DM di Indonesia?”. ” apakah kontribusi positif yang sudah kita sumbangkan untuk peningkatan status kesehatan masyarakat melalui penghambatan laju kejadian DM atau menghambat dampak DM di masyarakat?”

Melakukan kebaikan untuk sesama tidak perlu menunggu orang lain untuk melakukannya. Kita semua dapat melakukannya melalui inisiatif pribadi baik dalam sekala perseorangan maupun sekala berkelompok.

Sungguh setitik kebajikan yang ditebarkan ditengah masyarakat yang berisiko mengalami DM akan mampu memberikan banyak efek posit dan kemanfaatan besar di masyarakat. Mari kita semua mencoba dan berbuat untuk kebaikan kita semua.

Salam

HAKMAA

Aspartam Dalam Minuman Berenergi

 

Aspartam merupakan pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam batas tertentu. Menurut ketentuan Surat Keputusan Kepala Badan POM No. H.K.00.05.5.1.4547 tentang Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan, maka aspartam dapat digunakan secara aman dan tidak bermasalah bila sesuai takaran yang diperbolehkan. Untuk kategori pangan minuman berkarbonasi dan non karbonasi, batas maksimum penggunaan Aspartam adalah 600 mg/kg.

Kandungan aspartam pada produk minuman berenergi yang disebutkan pada pesan singkat/SMS tersebut, jika produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM (cek nomor registrasi pada kemasannya), berarti sudah melalui proses evaluasi terhadap aspek keamanan, manfaat, dan mutunya, berarti kandungan aspartamnya sesuai dengan kadar yang diizinkan. Yang kemudian akan menjadi masalah adalah bila seseorang mengkonsumsi produk yang mengandung aspartam secara berlebihan sehingga jika diakumulasi dapat melebihi kadar asupan harian yang dapat diterima tubuh (acceptable daily intake/ADI).  Nilai ADI Aspartam adalah 50 mg/kg berat badan. Jadi sebaiknya kita tidak mengkonsumsi produk secara berlebihan.

Di dalam tubuh, Aspartam dipecah menjadi tiga macam senyawa, yaitu metanol, asam aspartat, dan fenilalanin. Meskipun metanol bersifat toksik bagi tubuh, berdasarkan penelitian diketahui bahwa konsumsi produk yang mengandung Aspartam tidak mencapai tingkat toksik metanol. Kesimpulan yang sama juga berlaku bagi asam aspartat. Namun demikian, sejumlah kecil fenilalanin dapat menyebabkan kerusakan otak berat pada individu yang menderita kelainan genetik fenilketonuria (Phenylketouria/PKU). Jadi sebaiknya produk yang mengandung Aspartam dihindarkan bagi penderita kelainan tersebut.

Neurotoksisitas aspartam bergantung pada peningkatan kadar aspartam di dalam darah, dan peningkatan kadar tersebut bergantung pada usia dan individu yang mengalami dan beresiko PKU (Stegink, 1979). Stegink (1979) menunjukkan bahwa menelan 100-200 mg/kg aspartam oleh orang dewasa maupun bayi, menghasilkan rata-rata konsentrasi plasma puncak sebesar 49 µmol fenilalanin/100 mL darah pada menit ke 45-90 setelah dicerna.  Kadar ini masih di bawah dosis toksik. Baik AMA (American Medical Association, 1986) dan AAP (American Academy of Pediatrics, 1985) menyatakan bahwa aspartam aman digunakan untuk orang yang tidak mengidap PKU dan aman untuk janin pada kadar yang telah ditentukan. American Diabetes Association (ADA) menyetujui bahwa aspartam aman digunakan.

sumber : http://ik.pom.go.id

Kosmetik Alami sebagai Perawatan Kesehatan

 

Ketertarikan dan kegemaran kaum hawa akan kosmetik dapat ditelusuri dari zaman Mesir sekitar 4000 SM. Selain itu, penggunaan kosmetik juga dapat ditemukan pada masyarakat Yunani dan Romawi kuno.

Sementara di era Victorian, pemakaian kosmetik mendapat kecaman dari beberapa pihak, sebaliknya manusia abad 20 memandang kosmetik sebagai sebuah lahan industri yang sangat menguntungkan dan dapat meraup uang dalam jumlah banyak dengan perusahaan-perusahaan multinasionalnya. Kaum feminis boleh saja menentangnya, namun banyak yang percaya bahwa dengan memakai make-up seseorang akan tampak lebih muda, cantik, dan bahkan menigkatkan sex appeal-nya. Make up dapat mengubah penampilan seseorang secara dramatis dan digunakan oleh para aktor dan aktris secara luas, sama halnya seperti seorang dokter yang menyamarkan luka pada pasiennya secara klinis. Meski demikian, saat ini umumnya wanita-wanita di dunia menggunakan kosmetik dalam jumlah yang banyak.

Foundation atau bedak dipakai agar wajah terlihat lebih halus dan menyembunyikan noda. Sentuhan lipstik menambahkan warna, bentuk, dan isi pada bibir, sedang eye shadow dan maskara dipakai agar mata terlihat lebih berkarakter dan terlihat lebih besar. Saat ini, prosedur operasi dan make up permanen juga telah memungkinkan untuk dilakukan berkat kemajuan ilmu pengetahuan.

Setiap kemajuan dalam suatu bidang pasti ada sisi buruknya. Hal tersebut terjadi juga pada kosmetik. Lipstik bisa mengandung bahan kimia seperti besi oksida, sedang pada eye shadow terdapat dye carmine, sejenis ekstrak hewani. Disatu sisi, batas antara obat dan kosmetik menjadi kabur, sehingga mungkin saja ketika seseorang menggunakan deodoran untuk menunjang penampilannya, seseorang lainnya mungkin melihat deodorant sebagai obat antiperspirant.

Continue reading

Simvastatin Side Effects: Diabetes & What Else

The Food and Drug Administration upset the applecart when it announced that statin-type cholesterol-lowering medications like simvastatin (Zocor) could raise blood sugar levels and increase the risk for diabetes. Millions of people with elevated cholesterol are trying desperately to reduce their likelihood of having a heart attack or a stroke. The last thing they need is to have their blood sugar go up, since that can increase the risk of the very complications people are trying to avoid (heart attacks and strokes, not to mention kidney damage, nerve pain and eye problems).

The FDA has worded its warning cautiously:

“A small increased risk of raised blood sugar levels and the development of Type 2 diabetes have been reported with the use of statins.”

We are not so sure this is such a “small increased risk.” Eric Topol, MD, seems to agree with us. He is one of the country’s leading cardiologists. In an op-ed article published in the New York Times (March 4, 2012) titled, “The Diabetic Dilemma for Statin Users,” Dr. Topol points out that the way the data were analyzed could be misleading. The FDA lumped relatively “weak” statins together with more potent statins like atorvastatin (Lipitor), rosuvastatin (Crestor) and simvastatin (Zocor). With this data manipulation the FDA diluted the impact of potent statins on blood sugar increases. According to Dr. Topol, the stronger the statin and the higher the dose the greater the likelihood of diabetes. He states:

“More than 20 million Americans take statins. That would equate to 100,000 new statin-induced diabetics. Not a good thing for the public health and certainly not good for the individual affected with a new serious chronic illness.”

http://tinyurl.com/79raddj

Amidst the statistics we tend to forget that individuals are affected. We have heard from many people who have had significant problems with blood sugar control while taking a statin-type drug. The first case came to our attention almost ten years ago. A husband and wife taking Lipitor had increasing trouble controlling their glucose levels. Why did it take the FDA so long to figure this out?

What other side effects should we be paying more attention to when it comes to statin-type drugs:

• Altoprev (lovastatin extended-release)
• Crestor (rosuvastatin)
• Lescol (fluvastatin)
• Lipitor (atorvastatin)
• Livalo (pitavastatin)
• Mevacor (lovastatin)
• Pravachol (pravastatin)
• Zocor (simvastatin).

Products containing statins in combination with other drugs include:

• Advicor (lovastatin/niacin extended-release)
• Simcor (simvastatin/niacin extended-release)
• Vytorin (simvastatin/ezetimibe).

Potential adverse reactions patients and their families should be aware of include:

• Muscle pain or spasms (any where in the body, including legs, shoulders, back, arms or neck)
• Arthritis
• Blood sugar elevation
• Memory problems, cognitive dysfunction, confusion, amnesia
• Nerve pain, peripheral ne
uropathy, leg cramps
• Digestive upset, nausea, constipation, diarrhea, flatulence
• Headache
• Insomnia
• Urinary tract infections
• Skin reactions, hives
• Pancreatitis
• Sexual problems, erectile dysfunction,

What we do not know is how common some of these side effects may be. Until recently the FDA assumed that memory problems and blood sugar elevation were so rare as to be almost forgettable. The recent alert changes that equation. How common are sexual problems with statins? No one really knows. What about arthritis, nerve pain or peripheral neuropathy? Again we are clueless.

We recognize that some people really do need these medications to prevent a heart attack or a stroke. The data suggest that people who have clearly diagnosed heart disease can benefit. Those who have had one heart attack can reduce the risk of a second by taking a statin. And many individuals never suffer any side effects. Good for them. They are fortunate.

Others are not so lucky. We don’t know what the true incidence of some of the so-called minor side effects really is. That’s why we need your help. Please let us know how you or someone you love has fared on a statin-type drug. You can comment below. Thanks for letting us know about your experience. And one more thing…no one should stop a statin without consulting the prescriber. We do not want anyone to go from the frying pan into the fire. Your doctor needs to know about how you are doing on any medication, especially a statin!

Bahaya mie instan (hati – hati untuk anak kost)

Bahaya Mie Instan

bahaya mie instan
mie instan, mungkin semua orang indonesia sudah tahu dengan salah satu jenis makanan cepat saji ini, dan saya rasa anda semua tahu bahwa mie instan merupakan makanan alternatif yang bisa mengenyangkan, mudah memasaknya, cepat matangnya, gampang mendapatkannya, rasanya yang lumayan enak (tersedia berbagai pilihan rasa) dan yang terpenting adalah murah harganya. saat ini di indonesia telah banyak produsen yang menyediakan Mie Instan, mulai dari yang sudah eksis sejak puluhan tahun yang lalu seperti PT.Indofood Sukses Makmur dengan produk andalannya Indomie, sampai PT Sayap Mas Utama yang baru beberapa tahun lalu baru meluncurkan produk Mie sedap nya tapi sekarang sudah bisa mengambil hati para penggemar mie instan.

tapi tahukah anda ternyata mie instan berbahaya bagi tubuh jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya? berikut ini sedikit ulasan mengenai bahaya mie instan jika berlebihan memakannya.
bahaya mie instan
Dalam proses pembuatan, mie instan yang mempunyai bentuk sangat panjang dilipat, digoreng, dan dikeringkan dengan oven panas. nah dalam proses penggorengan ini mie akan mengandung lemak. mie instan memang bahan bakunya adalah tepung, tapi dalam proses pembuatannya juga ditambahkan dengan minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).

Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker.

bahaya mie instan

Untuk ibu hamil, resiko kesehatan akibat dari additive mungkin tidak langsung kelihatan, tapi menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When You’re Expecting, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandung additive. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan.

kandungan utama yang lain dari mie adalah karbohidrat kemudian ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mie nya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, tapi kurang zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral dan serat.

jika anda ingin mie anda bergizi lengkap, perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat, brokoli, wortel, atau kecambah, tambahkan juga baso, udang , telor, sosis atau kornet, (wah repot juga nih nyiapinnya). Bahan-bahan tambahan tadi tinggal dimasukkan saat anda merebus mie, yang perlu diingat, sebaiknya hindari konsumsi mie instant setiap hari.

jika anda baca dalam kemasan mie instan umumnya terdapat bahan yang bertuliskan MSG atau yang juga dikenal dengan Monosodium Glutamate (MSG), MSG juga biasa disebut vetsin atau michin. dibalik kenikmatan vetsin atau MSG ini, disinyalir berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, terutama kesehatan anak-anak.

Apakah MSG atau MOnosodium Glukamate itu ? MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG umumnya dijual sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur.

Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran. Glutamate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate per hari yang didapat dari sumber protein alami.

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi mendatangkan gangguan kesehatan.

Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh. mengkonsumsi MSG sebanyak 12 gram per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. bukan hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan. (wah menakutkan juga ya)

Sebelum tahun 60-an MSG digunakan golongan masyarakat baik ibu rumah tangga maupun restoran di Cina, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Takarannya pun sangat kecil sekali, yakni 1-2 korek kuping (setara dengan 30-60 Mg) untuk setiap porsi masakan ala Cina, mie atau bakso. pangsit. Makanan tradisionel dan lokal asli indonesia tidak menggunakan sama sekali, karena sudah terasa lezat dan gurih oleh ramuan bumbu rempah.

jika anda ingin tahu, sebenarnya untuk jenis masakan indonesia tidak membutuhkan MSG karena sudah banyak banyak yang membuat lezat makanan indonesia, jika anda menambah MSG tentunya itu akan berlebihan. utamanya MSG berfungsi mengintensifkan rasa gurih dari produk daging dagingan.

jadi sangat disarankan menghindari penggunaan MSG yang berlebihan pada masakan ataupun makanan anda, atau anda dapat menggantinya dengan gula atau garam.

Jika pun diperlukan pengganti MSG biasanya adalah yeast extract (ekstrak khamir), atau moromi (hasil fermentasi kedele) atau bubuk kecap. Untuk itu, demi kesehatan tubuh kita terutama anak-anak, hindari penggunaan MSG yang berlebihan dalam masakan dan makanan dan sebaiknya mengganti penyedap masakan anda dengan garam dan gula atau tidak memakainya sama sekali.

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.

Dampak lain dari MSG yang tersebut di atas adalah dapat menyebabkan penyakit Fibromyalgia. penyakit Fibromyalgia adalah kumpulan rasa nyeri pada hampir seluruh tubuh. Tempat nyeri yang dirasakan banyak sekali dan bisa sampai 18 titik nyeri.

beberapa waktu yang lalu terdapat isu bahwa dalam mie instan terdapat lapisan lilin yang membuat mie tidak lengket saat dimasak, tapi isu lilin ini sudah dibantah oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih dibantah. Tentu saja, sebuah produsen mie instan ternama turut membantah isu tersebut.

berikut ini ada sedikit tips, memasak mie instan agar lebih aman.
masak air sampai mendidih, dengan takaran air dua kali lebih banyak dibandingkan anda masakan mie instan dengan cara biasa. jika air benar benar mendidih, pisahkan air menjadi dua bagian misalnya anda tuang ke dalam dua panci yang berbeda. Masukkan mie ke panci pertama (atau panci pencuci lilin mie), dan didihkan kembali. Tunggu hingga air menjadi agak menguning (ini tanda bahwa lapisan lilin yang terdapat di permukaan mie instan mulai luntur). Setelah itu, angkat dan tiriskan.

Jika kamu menginginkan mie instan kuah, masukkan mie yang telah ‘dicuci’ ke dalam panci kedua, didihkan sebentar.

referensi : winardi-andalas-putro.blogspot.com, puskesmassimpangempat.wordpress.com, s11.zetaboards.com
gambar : indoshopdc.com, scylics.multiply.com

Join the Forum discussion on this post

KENIKIR

Kenikir atau ulam raja merupakan terna tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kenikir adalah anggota dari Asteraceae. Manakala tumbuhan bunga yang berwarna kuning jarang digunakannya sebagai ulam, yang berwarna ungu merupakan sayuran ulam yang sangat populer dimakan mentah bersama nasi atau dicacah dengan budu, sambal terasi, tempoyak, serta cincalok.

Berdasarkan kajian tempatan, kenikir mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A.

Khasiat

Ulamnya yang digelarkan “ulam raja” telah digunakan secara tradisi untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang. Ulamnya mempunyai keupayaan antioksida (AEAC) yang amat tinggi, iaitu setiap 100 gram ulam yang segar mempunyai keupayaan antioksida yang sama dengan 2,400 miligram L-asid askorbik. Melebihi dua puluh jenis bahan antioksida telah dikenal pasti dalam ulam raja. Bahan-bahan antioksida yang utama disebabkan oleh kehadiran bilangan proantosianidin yang wujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asid klorogenik, asid neoklorogenik, asid kripto-klorogenik, serta penangkap (+)-. Keupayaan ulam raja untuk mengurangkan tekanan oksidatif mungkin sebagiannya terdiri daripada kandungan antioksidanya yang tinggi

Obat Tradisional Darah Tinggi

Obat Tradisional Darah Tinggi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke, serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial, dan merupakan penyebab utama gagal jantung kronis. Penyakit darah tinggi tak bisa dianggap remeh tapi harus sesegera mungkin diatasi. Jika anda termasuk golongan yang ekonominya menengah ke bawah sebaiknya lakukan saja pengobatan dengan obat tradisional darah tinggi ini.

Continue reading

TIPS MAKANAN DIET BERDASARKAN GOLONGAN DARAH

Golongan Darah berkaitan erat dengan makanan yang kita konsumsi. Menurut dr. Peter Dadamo, penulis buku Eat Right For Your Type, akan terjadi reaksi kimia antara darah dengan makanan yang Anda makan. Reaksi ini merupakan bagian dari warisan genetik Anda. Reaksi ini dipicu oleh adanya lectin.

Sebagian besar lectin yang terdapat pada makanan tidak membahayakan bagi kehidupan, namun tetap bisa menimbulkan berbagai masalah, khususnya jika lectin tersebut khusus untuk jenis darah tertentu. Anda bisa mengatasi ini dengan menyesuaikan golongan darah dengan makanan yang Anda makan.

Diet sesuai golongan darah bisa mengembalikan ritme alami tubuh Anda. Anda bisa mengikuti diet yang telah secara ilmiah disusun sesuai dengan profil seluler tubuh Anda. Setiap kelompok makanan dibagi menjadi 3 kategori yaitu, makanan yang sangat bermanfaat (makanan yang berperan sebagai obat), makanan yang diijinkan (makanan yang tidak membahayakan bagi jenis golongan darah), dan makanan yang harus dihindari (makanan yang bertindak sebagai racun).

Golongan Darah O

Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.

Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa

Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.

Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat

Makanan yang sangat bermanfaat :
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )

Makanan yang diijinkan :
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )

Makanan yang harus dihindari :
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras

Golongan Darah A

Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.

Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis

Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.

Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak

Makanan yang sangat bermanfaat :
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).

Makanan yang diijinkan :
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)

Makanan yang harus dihindari :
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.

Golongan Darah B

Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.

Tingkah Laku : Adaptasi & analitika

Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.

Diet : Susu & produk susu

Makanan yang sangat bermanfaat :
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)

Makanan yang diijinkan :
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

Makanan yang harus dihindari :
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.

Golongan Darah AB

Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.

Tingkah Laku : Cerdik & penyabar

Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.

Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan

Makanan yang sangat bermanfaat :
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),

Makanan yang diijinkan :
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,

Makanan yang harus dihindari :
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.