Author Archives: Alfonsowen

AKAR PASAK BUMI sebagai ANTIKANKER

Akar Pasak Bumi Eurycoma longifolia Jack) merupakan salah satu tumbuhan obat asal hutan yang memiliki banyak khasiat. Berdasarkan kajian farmakologis, Pasak Bumi mengandung empat senyawa penting yaitu senyawa canthin, senyawa turunan eurycomanone, senyawa quassinoid, dan senyawa etanol. Senyawa canthin pada tumbuhan pasak bumi mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, senyawa turunan eurycomanone sebagai anti malaria, senyawa quassinoid berfungsi sebagai anti leukimia, dan prospektif untuk anti HIV, senyawa etanol berfungsi sebagai afrodisiak. Manfaat yang beragam tersebut menyebabkan pasak bumi banyak diekspor ke luar negeri untuk keperluan pembuatan obat herbal. Produk pasak bumi kering memiliki harga cukup mahal, produk berupa cacahan akar (chipped root) harganya 60 USD/kg sedangkan produk berupa ekstrak harganya 80 USD/kg.

 

Pasak bumi memiliki daerah penyebaran di Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Kalimantan. Di Pulau Sumatera hanya beberapa daerah yang diduga masih ditemui tumbuhan pasak bumi yaitu kawasan Leuser, sebagian Provinsi Riau dan kawasan Kerinci Seblat. Hampir seluruh bagian tumbuhan ini mengandung substansi pahit yang dapat digunakan untuk obat. Akar tumbuhan ini dicampur dengan tumbuhan obat lain seperti kayu manis dan digunakan untuk tonik penyehat di Sabah. Selain itu di Malaysia kulit akarnya digunakan juga sebagai penawar demam, penyembuh luka-luka di gusi atau gangguan cacing serta tonikum setelah melahirkan. Kulit batang digunakan untuk koagulan darah setelah melahirkan, sedangkan di Kalimantan dan Sabah kulit batang digunakan untuk mengobati nyeri pada tulang. Daun pasak bumi yang muda dapat dimakan untuk pengobatan sakit perut. Di Vietnam bunga dan buah pasak bumi digunakan untuk obat disentri. Menurut sifat fisis, mekanis dan keawetan, kayu pasak bumi memiliki berat jenis 0,65, kelas awet 4-5, dan kelas kuat II. Kayu golongan ini dapat digunakan untuk keperluan konstruksi dan mebel.

Menurut WHO, 80% lebih penduduk dunia masih menggantungkan diri terhadap pengobatan tradisional termasuk penggunaan obat yang berasal dari tumbuhan. Indonesia adalah negara megabiodiversity yang kaya akan tanaman obat, dan sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum dikelola secara maksimal. Kekayaan alam tumbuhan di Indonesia meliputi 30.000 jenis tumbuhan dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, 940 jenis diantaranya merupakan tumbuhan berkhasiat obat (jumlah ini merupakan 90% dari jumlah tumbuhan obat di Asia). Berdasarkan hasil penelitian, dari sekian banyak jenis tanaman obat, baru 20-22% yang dibudidayakan. Sedangkan sekitar 78% diperoleh melalui pengambilan langsung (eksplorasi) dari hutan. Potensi tanaman obat di Indonesia, termasuk tanaman obat kehutanan antara lain Pasak Bumi, apabila dikelola dengan baik akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi, sosial budaya maupun lingkungan.

(Sumber : www.dephut.co.id)

Join the Forum discussion on this post

Tips Aman Mengkonsumsi Obat Saat Hamil

Sahabat, penggunaan obat selama kehamilan sering menjadi dilema. Di satu sisi ibu hamil membutuhkan obat untuk terapi dari penyakit yang diderita selama kehamilan. Tetapi di sisi lain muncul kekuatiran tentang efek samping obat yang dapat membahayakan janin dalam kandungannya.

daftar obat

Lantas apa yang harus dilakukan? Semoga TIPS aman mengkonsumsi obat berikut ini dapat membantu mengurangi kecemasan para ibu hamil.

Apakah ibu hamil boleh mengggunakan obat – obatan selama sakit ?

Ibu hamil sebaiknya tidak menggunakan obat tanpa resep atau tanpa anjuran dokter yang merawat.Karena kandungan zat kimia dalam obat dapat berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan janin.Terutama pada masa kehamilan tiga bulan pertama. Pada trimester pertama kehamilan, adalah masa yang sangat rawan, karena sedang berlangsung proses pertumbuhan dan perkembangan organ – organ tubuh janin.

Namun demikian dalam keadaan terpaksa dimana seorang ibu hamil dalam kondisi sakit sangat membutuhkan terapi, maka dokter akan berusaha memberikan obat yang paling aman dalam dosis yang direkomendasikan untuk di konsumsi dengan resiko seminimal mungkin.

Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sehubungan dengan penggunaan obat – obatan ?

1.Ibu hamil disarankan tidak minum obat atau suplemen vitamin yang dijual bebas tanpa seijin dokter atau bidan yang merawat kehamilan.

2.Hindari minum jamu kemasan kering ataupun obat tradisional yang tidak memiliki ijin dari BPOM. Sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi obat resep dokter dan obat tradisional ( obat alternatif ) dalam waktu bersamaan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis atau dokter yang merawat anda.

3.Jangan lupa bila ibu sakit dan berobat ke rumah sakit atau Puskesmas selalu menginformasikan pada dokter atau bidan yang merawat,bahwa ibu dalam kondisi hamil. Hal ini penting agar dokter atau bidan akan meresepkan obat yang aman

4.Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa, bentuk kemasan, tampilan dari obat yang ibu hamil terima dari apotik atau toko obat .

5.Pastikan ibu hamil mengunjungi apotik yang sudah terpercaya untuk mendapatkan obat yang bermutu. Hal ini untuk menghindari resiko kemungkinan ada obat yang dipalsukan.Cek ulang kembali pada saat ibu menerima obat dari apotik apakah nama ibu dan jenis obat sesuai dengan yang diresepkan dokter.

6.Menginformasikan kepada dokter atau bidan tentang riwayat alergi obat tertentu jika pernah mengalami, agar tidak terulang pemberian obat yang sejenis.

7.Mengimbangi dengan minum air putih yang cukup untuk mengurangi reaksi obat terhadap fungsi hati dan ginjal .

8.Jangan lupa untuk mencatat reaksi alergi dari obat dan jenis obat baru yang diresepkan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Segera ke dokter atau bidan bila setelah minum obat lalu ibu hamil mengalami keluhan mual muntah, nyeri kepala hebat, jantung berdebar – debar dan keringat dingin, gatal – gatal seluruh tubuh, mata bengkak dan sebagainya.

9. Perhatikan cara penyimpanan obat misalnya pada suhu tertentu harus disesuaikan agar tidak mengurangi khasiat obat, jangka waktu pemberian obat harus tepat jangan terlalu dekat juga jangan terlambat.

10.Khusus untuk obat antibiotik yang sudah diresepkan dalam dosis yang aman bagi ibu hamil, obat harus di minum sampai habis sesuai jadwal dari dokter.

Catatan :

Jenis obat yang termasuk berbahaya untuk ibu hamil dan dapat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang janin antara lain sebagai berikut :

Ibuprofen ( penghilang nyeri ), Lithium ( obat untuk gangguan jiwa ), Carbimazole ( obat untuk gangguan kelenjar tiroid, Warfarin dan jenis obat pembeku darah lainnya, Vaksin untuk cacar, campak jerman ( rubela ), Tetrasikline ( antibiotik ), Phenytoin ( obat epilepsi ), Choloroquin ( obat anti malaria ), obat anti kanker, Radiasi sinar X, obat kulit yang mengandung vitamin A. ( Sumber Materi Kelas Ibu 1 DEPKES )

 

DAFTAR OBAT AMAN DAN BERBAHAYA UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI

Kelompok Analgetik, NSAIDS, Obat Batuk dan Pilek,

Anti Alergi dan Asma, Anestesi

Obat untuk Penghilang Rasa Sakit (Pain Killer)
Nama Obat

AAP approved?*

Kategori Risiko Kehamilan**

Risiko Menyusui**

Notes

Acetaminophen (Tylenol)

Approved

B

L1

Aspirin

Caution

C (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

1

Azapropazone (Rheumox)

Approved

L2

Butalbital (Fioricet, Fiorinal, Bancap, Two-dyne)

NR

D

L3

2

Butorphanol (Stadol)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

Celecoxib (Celebrex))

NR

C

L2

Codeine (in Tylenol #3, #4)

Approved

C

L3

3

Colchicine

Approved

D

L4

Diclofenac (Cataflam, Voltaren)

NR

B

L2

Fentanyl (Sublimaze)

Approved

B

L2

Flurbiprofen (Ansaid, Froben, Ocufen)

NR

B (1st, 2nd trim.)
C (3rd trim.)

L2

Hydrocodone (Lortab, Vicodin)

NR

B

L3

4

Hydromorphone (Dilaudid)

NR

C

L3

5

Ibuprofen (Advil, Nuprin, Motrin, Pediaprofen)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L1

Indomethacin (Indocin)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L3

Ketorolac (Toradol, Acular)

Approved

B (1st, 2nd trim.)
D (3rd trim.)

L2

Meperidine (Demerol)

Approved

B

L2;
L3 early postpartum

6

Methadone (Dolophine)

Approved

B

L3

7

Morphine (Duramorph, Infumorph, Epimorph, MS Contin)

Approved

B

L3

8

Nalbuphine (Nubain)

NR

B

L2

Naproxen (Anaprox, Naprosyn, Naproxen, Aleve)

Approved

B

L3;
L4 for chronic use

9

Nefopam (Acupan)

Approved

NR

Oxycodone (Tylox, Percodan,Oxycontin, Roxicet, Endocet, Roxiprin, Percocet)

NR

B

L3

10

Pentosan polysulfate (Elmiron)

NR

B

L2

Piroxicam (Feldene)

Approved

B

L2

Propoxyphene (Darvocet N, Propacet, Darvon)

Approved

C

L2

11

Rofecoxib (Vioxx)

Withdrawn from the market

12

Secobarbital (Seconal)

Approved

D

L3

13

Tolmetin (Tolectin)

Approved

C

L3

Tramadol HCL (Ultram, Ultracet)

NR

C

L3

14

Valdecoxib (Bextra)

Withdrawn from the market

more

Continue reading