4 Februari Hari Kanker sedunia, bagaimana kita mensikapi kanker?

Kanker, sesuai namanya, memang salah satu penyakit yang sangat ditakuti. Disamping bersifat sebagai pembunuh, penyakit ini kadang-kadang sulit diduga datangnya. Sayang saat ini penyakit ini masih banyak disandang masyarakat kita.
Mungkin ada yang bertanya “apa saja faktor yang dapat mencegah atau mengurangi kejadian kanker dan faktor – faktor apa saja yang dapat meningkatkan kejadian kanker?”.
Kanker merupakan penyakit yang pemunculannya melalui proses yang komplek. Mula proses kejadian kanker pada seseorang bisa dari faktor lingkungan, faktor biologis individu (genetik dan kekebalan, maupun faktor gaya hidup atau perilaku. Manakah yang lebih dominan apakah faktor lingkungan (karsinogen misalnya asap dapur, asap kendaraan, asap rokok), faktor biologis (genetik) ataukah faktor perilaku, itu juga bervariasi sesuai dengan jenis kanker. Namun yang jelas kanker biasanya melibatkan berbagai komponen dalam perjalanan dan penjelmaannya.Oleh karena itu untuk menjawab faktor apa yang dapat mengurangi kejadian kanker juga akan bervariasi, tetapi secara umum adalah sbb:
1. perbaiki lingkungan, kurangi cemaran pada lingkungan dimana masyarakat umum banyak dan sering melakukan aktivitas. Asap kendaraan dan asap rokok merupakan salah satu sumber cemaran udara perkotaan yang kaya karsinogen (bahan pemacu proses pembentukan kanker). Senyawa hidrokarbon aromatik yang terkandung pada asap kendaraan dan asap rokok merupakan bahan karsinogen kuat yang menyebabkan kejadian kanker paru, kanker payudara maupun kanker kulit pada sebagian besar masyarakat yang sering kontak atau menghirup udara kotor. tersebut. Kebijakan pemerintah dengan …. bersambung

This entry was posted in Umum on by .

About akrom

Lahir di salah satu desa di kota terkecil "Pati" (menurut kepala sekolah waktu SD) pada tahun 1967, maklum karena waktu itu ditemapat saya belum musimnya menggunakan akte kelahiran untuk bukti pencantuman tanggal lahir siswa diijazah, sehingga tanggal lahir sesuai belas kasihan kepala sekolah yang mengeluarkan ijazah SD saya. Sekolah di SMPN1 Winong, sekolah unggulan di kota kecamatan Winong waktu itu. Setelah lulus SMP melanjutkan di SMA1 N Pati, juga salah satu sekolah SMA terfaforit di kota Pati. Akhirnya kuliahnya tersangkut UMPTN di Farmasi UGM, kesasar di KIMIA Mipa UGM dua tahun dan berakhir di Fakultas Kedokteran UGM. Sudah berkeluarga, dengan enam keturunan, hanya saja salah satunya sudah diminta kembali oleh Sang Maha Kuasa, bair jadi tabungan kami kelak, semoga. Istri juga seorang dokter, yang sangat rajin ngoyak-ngoyak anak-anak untuk belajar sambil praktek di rumah. Baik saya maupun istri, pernah kerja di di beberapa RS tetapi kemudian kami berdua meneguhkan diri di lembaga pendidikan untuk mengabdikan ilmu di pendidikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *